Senin, 10 Maret 2014

KISAH HAMBURGER

illustrasi : agus karianto
          Malam itu, terjadi pertengkaran di gudang penyimpanan bahan pembuat Hamburger. Si daging sedang membentak-bentak si selada keriting. Si daging merasa kedudukannya sebagai bagian hamburger yang terlezat diambil alih oleh si selada keriting. Dulu, setiap penikmat hamburger senantiasa mengagumi kelezatan si daging, namun akhir-akhir ini penikmat hamburger beralih memuji kesegaran si selada keriting.
         Tiba-tiba Si daging mengibaskan tubuh si selada keriting  : Plak! . Tubuh si selada keriting sempoyongan nyaris jatuh. Namun si saus tomat dan si kentang secepatnya meraih tubuh si selada keriting agar tidak jatuh.
        "Hei, memangnya aku salah apa, daging?" tanya si selada keriting.
        Namun si daging pura-pura tidak mendengar teguran si selada keriting. Ia cuek sambil berusaha meraih tubuh si selada keriting untuk melemparkannya lagi. Tetapi, kali ini si selada keriting segera menghindar.
       "Hei, ada apa ini? Kenapa kamu berkali-kali ingin menjatuhkan aku?" bentak si selada keriting.
       "Kamu ini bagai Kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu !" teriak si daging.
       "Lho..lho..lho...aku semakin tidak tahu arah pembicaraanmu, kawan !"
       "Iya...memangnya ada apa denganmu, daging?" tanya si tomat dan si kentang.
       "Kalian berdua diam saja! Kalian tidak ada urusannya dengan masalah ini!" bentak si daging agak angkuh.
       "Wuah...tidak bisa...kita selama ini berteman, nah kalau ada teman yang mendapat perlakuan tidak adil maka kami wajib membelanya."
       "Memang kalian ini dari kampung. Dari desa. Kalian ini bisanya merebut kedudukan teman saja. Tingkah kalian kampungan! Bisanya cuma main keroyokan !" kata si daging.
       Si selada keriting, si tomat dan si kentang makin bingung mendengar arah pembicaraan si daging. Apa hubungannya tempat asal mereka dengan sikap marah-marah si daging.
       "Kalau ada masalah sebaiknya kita bicarakan bersama, kawan, biar tidak ada salah pengertian diantara kita. Bukankah kita selama ini teman seperjuangan." kata si selada keriting.
       "Benar itu...aku setuju dengan ucapan si selada keriting."
       Namun, si daging semakin naik pitam mendengar kata-kata si selada keriting. Dia semakin kalap sambil melompat ingin meraih tubuh si selada keriting. Akan tetapi, si tomat dan si kentang berusaha melindungi tubuh si selada keriting. Lalu, secepat kilat mereka meraih tubuh si daging untuk dilemparkan sejauh-jauhnya. Si daging tidak bisa membela diri. Tubuhnya terpelanting dan berguling-gulingan di atas tanah.
        Bug..bug..bug..bug..bug....
        "Aduuuhhh...tolong...tubuhku sakit...tolong..tolong...kalian memang preman kampung...bisanya cuma main keroyok saja !!"
        "Hahahahahahahaha....." si roti yang sejak tadi mendengarkan pertengkaran mereka tidak bisa menahan tawa melihat si daging jatuh berguling-guling.
         "Lucu....hahahahahaha....lucu....lucu..."
        "Sialan...apanya yang lucu. pak roti? Ada teman jatuh nggak mau menolong...eeee... malah tertawa terbahak-bahak!" teriak si daging.
        "Lha... memang kalian ini lucu...sesama teman seperjuangan kok malah bertengkar tanpa alasan yang jelas. Si daging merasa kedudukannya jatuh...merasa harga dirinya direndahkan...merasa harga dirinya runtuh karena kedatangan si selada keriting. Sementara si selada keriting tidak merasa mengambil alih kedudukannya. Dia merasa tidak merendahkan kedudukan si daging. Nah..ini khan aneh...ini khan lucu... sampai menimbulkan keributan?"
        "Tapi penikmat hamburger sekarang lebih suka makan selada keriting daripada makan daging. Mereka lebih suka menghabiskan selada keriting daripada menghabiskan daging. Aku sedih. Itu kan namanya menjatuhkan kedudukanku selama ini," kata si daging.
        "Hahahahaha... kamu ini lucu, kawan. Jangan bersikap tolol seperti itu. Kamu harusnya banyak membaca buku kesehatan agar tahu penyebabnya mengapa para penikmat hamburger sekarang lebih menyukai selada keriting daripada daging. Perlu kamu tahu, bahwa mereka sebenarnya takut kolesterolnya meningkat karena keseringan makan daging. Dengan makan sayur-sayuran seperti selada keriting, tomat, bawang bombay juga kentang maka sedikit mengurangi naiknya kadar kolesterol jahat mereka."
        Si daging, si saus tomat, si bawang bombay, si selada keriting hanya terdiam mendengarkan penjelsan Pak roti yang panjang lebar. Akhirnya mereka menyadari kesalah pahaman di antara mereka yang menyebabkan timbulnya perkelahian.
        "Jadi, para penikmat hamburger itu takut kolesterol jahatnya naik ya? Oooo...kirain kenapa mereka tidak suka makan daging lagi," kata si daging penuh penyesalan. "Ternyata mereka mengurangi makan daging karena takut badannya sakit"
        "Naaah kamu akhirnya mengerti khan?" kata si selada keriting.
        "Iya...ternyata semua ini hanya salah paham saja, kawan," kata si daging. "Kalau begitu aku minta maaf ya atas tingkahku yang ceroboh tadi."
         "Hahahahaha  lupakan saja kejadian tadi, kawan. Bukankah kita  hidup ini untuk saling melengkapi. Tidak ada makhluk yang merasa lebih istimewa dibandingkan dengan makhluk yang lain. Semua makhluk mempunyai kedudukan yang sama. Masing-masing diberi kelebihan yang berbeda. Bukankah dengan adanya si roti, si tomat, si daging, si kentang, si bawang bombay, si selada keriting dan si saus akhirnya menjadi bentuk makanan yang digemari masyarakat  dan diberi nama Hamburger. Coba bayangkan kalau si tomat atau si selada keriting tidak ada, maka makanan ini bukan disebut hamburger lagi. Bisa-bisa dinamakan HAMBARGER. Jadi kalau kita bersatu akhirnya menjadi makanan hamburger yang enak rasanya."
         "Oke..oke..oke...aku setuju...kita harus bersatu...kita harus kompak lagi... agar kita tidak disebut HAMBARGER"
         "Setuju....setuju....setuju....", kata mereka bersahut-sahutan sambil berangkulan satu dengan yang lain.



selesai...
sumenep, 10 Maret 2014

moral cerita : tidak ada mahkluk yang lebih istimewa daripada mahkluk yang lain di dunia ini.
                     semua memiliki keistimewaan dan potensi yang berbeda-beda.

Minggu, 09 Maret 2014

Kisah Santri, Turis, dan God | Dongeng Anak Terbaru



Narik becak mang

Kisah Santri, Turis, dan God - Nah.. pada kesempatan kali ini blog dongeng terbaru akan sedikit berbagi tentang kisah humor santri. ya..kang bahlul masih menjadi tokoh utama dalam kisah ini. Sedikit konyol, kocak, lucu, dan menghibur. dan sekarang saatnya petualangan kang bahlul sudah di mulai. selamat mengikuti.. hehehehe..

Waktu itu bulan maulud,dimana para santri pulang

Sabtu, 08 Maret 2014

Kisah Abu Nawas Yang Gila dan Lucu | Dongeng Anak Terbaru



Kisah Abu Nawas Yang Gila dan Lucu - Abu Nawas adalah seorang sufi besar yang memiliki banyak kisah-kisah konyol. Akan tetapi, di balik kekonyolanya selalu memiliki arti dan makana tersendiri yang akan terjawab di ahir kisahnya. kisah humor abu nawas ini sengaja Blog dongeng terbaru hadirkan, di kutip dari buku Abu Nawas si penggeli hati, tanpa mengubah isi atau alur cerita yang ada. Hanya

Minggu, 02 Maret 2014

Kisah Keledai dan Anak Pemalas | Dongeng anak Terbaru



Anak pemalas dan keledai


Kisah Anak Pemalas dan keledai - Rasa malas adalah penyakit yang dapat menghinggapi setiap orang. Akan tetapi, rasa malas tersebut sebenarnya dapat kita lawan. Sehingga dapat mengubah kesialan yang kita dapat, mejadi keberuntungan yang tak kita kira sebelumnya. Dan berikut ini blog dongeng terbaru akan menceritakan sebuah kisah tentang seorang anak pemalas yang

Sabtu, 01 Maret 2014

Dongeng Negeri dan Peri Bunga | Dongeng Anak Terbaru



Bunga Dandelion

Dongeng negeri bunga – Tiap sesuatu di ciptakan oleh Tuhan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita tak boleh meremehkan satu sama lain, karena belum tentu setiap hal yang terlihat remeh dan lemah itu tak memiliki kelebihan yang cukup besar. Oleh karena itu, kita harus belajar saling menghargai. Dan blog dongeng terbaru kali ini akan mencoba menceritakan

Senin, 24 Februari 2014

KISAH BURUNG KAKAK TUA DAN SEMUT

ilustrasi : agus karianto
            Pagi itu, lereng gunung Kelud udaranya panas. Cuaca tidak seperti biasanya. Banyak hewan merasa  resah dengan perubahan cuaca hari itu. Sebagian burung, ular, kelinci, ayam hutan berlarian ke sana kemari. Tidak terkecuali seekor burung kakak tua yang bertengger di atas pohon jati. Hatinya resah. Dia berlompat-lompatan dari satu dahan ke dahan yang lain. Setiap kali berlompatan tidak lupa dia senantiasa menggigit tangkai dedaunan dan menjatuhkan ke atas tanah. Si burung kakak tua tidak menyadari bahwa akibat ulahnya menjatuhkan berlembar-lembar dedaunan ternyata menimpa kerajaan semut yang ada di bawahnya.
             "Hei, siapa yang berani mengotori kerajaanku !?" bentak sang Raja Semut. "Tumpukan dedaunan ini mengakibatkan kerajaanku tidak sehat karena sinar matahari tidak bisa masuk ke dalam kerajaan."
             "Benar, paduka raja," kata rakyat semut. 
              "Semua ini akibat ulah si kakak tua."
              "Apa? Si kakak tua?" jawab sang raja.
             "Wah, berani sekali dia mengotori kerajaanku. Enak sekali dia menjatuhkan sampah dedaunan kedi kerajaanku. Kita setiap hari senantiasa menjaga kebersihan kerajaan agar lingkungan menjadi sehat tapi dia malah seenaknya saja mengotorinya dengan dedaunan-dedaunan ini," lanjut sang raja semut. "Wahai rakyatku, aku perintahkan kepada kalian untuk segera memanggilnya. Hadapkan dia kepadaku.  Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan seluruh rakyatku."
               Dan tanpa dikomando lagi maka berpuluh-puluh ekor semut bersiap-siap untuk bersama-sama pergi memanggil si kakak tua. Seluruh rakyat semut ikut jengkel dengan ulah si kakak tua.
               Namun tidak begitu lama ketika para semut akan berangkat pergi, tiba-tiba mereka mendengar bunyi seperti  hujan yang begitu deras disertai dengan lontaran batu-batu kerikil yang menimpa kerajaan mereka. Seluruh rakyat semut menjadi ketakutan. Mereka berlarian menuju rumah masing-masing untuk menyelamatkan diri. 
              "Hoiiiiii....semua masuk rumah....semua masuk rumah...selamatkan diri kalian masing-masing...sepertinya saat ini sedang terjadi hujan pasir dan hujan kerikil....ayo selamatkan diri kalian masing-masing...." teriak semut-semut sambil berlarian menyelamatkan diri. Dan dalam sekejap, semua semut telah memasuki rumah masing-masing. Akhirnya, suasana di luar kerajaan menjadi sunyi.Sepi.
              Di dalam rumahnya, semut-semut terus mendengar hujan pasir dan hujan batu kerikil semakin deras menimpa kerajaan semut. Seluruh semut semakin ketakutan. Mereka akhirnya menyadari bahwa saat ini gunung Kelud sedang meletus. Hujan pasir dan hujan kerikil yang dikeluarkan kali ini begitu dahsyat dibandingkan dengan tahun--tahun sebelumnya. Nyaris seluruh hutan tertimpa pasir dan kerikil. Rumah-rumah penduduk banyak yang rusak.
               "Heran, saat ini sedang hujan pasir dan hujan batu kerikil, namun kerajaan kita kok tidak kemasukan pasir dan kerikilnya, ya?" kata beberapa ekor semut keheranan.
               "Benar, kawan. Aneh ya....ternyata kerajaan kita sama sekali tidak tersentuh hujan pasir dan hujan batu kerikil gunung kelud. Ada apa ini?" seru semut yang lain keheranan.
                Kemudian beberapa ekor semut mencoba memberanikan diri keluar rumah.
               "Subhanallah!" teriak beberapa ekor semut saat berada di luar rumah.
               "Ada apa kamu kok teriak seperti itu, kawan?" tanya semut yang lain.
               "Coba lihat di atas kerajaan kita, kawan...apa yang kamu lihat di sana?"
               "Subhanallah...ternyata sampah-sampah dedaunan yang telah dijatuhkan si kakak tua bisa melindungi kerajaan kita dari hujan pasir dan hujan batu kerikil?'
               "Benar...rakyatku," kata si raja semut yang ikut menyaksikan keajaiban tersebut.
               "Ternyata hewan yang selama ini  kita maki-maki...kita anggap bodoh...kita anggap tidak sopan...kita anggap jorok...tapi ternyata dia memang telah dikirim Allah swt  untuk melindungi kerajaan kita dari keganasan gunung Kelud...dan akibat dia menjatuhkan berpuluh-puluh dedaunan di atas kerajaan kita ternyata ulahnya itu bisa menyelamatkan kita."
               "Benar...benar...benar...ternyata selama ini kita telah suudzon.Kita terlalu berprasangka burung kepadanya. Seharusnya kita patut berterima kasih kepada Allah swt yang telah mengirim si kakak tua untuk menyelamatkan kita."
               "Ayooo kita cari si pahlawan kakak tua itu....ayooo cari dia!"
               "Keeekkk...keekkk....keekkk...keekk..kekkk...Memangnya, siapa yang akan kalian cari?" terdengar teriakan dari balik dapur kerajaan. Dan seluruh semut serentak menoleh ke arah asal suara. Mereka yakin bahwa teriakan tersebut berasal dari mulut si kakak tua.
               "Hore....hore...horeee....ternyata si pahlawan kita ada di sini...si pahlawan kita masih selamat...hidup si kakak tua....hidup si kakak tua...hidup pahlawan kita...!!! teriak seluruh semut sambil menggandeng si kakak tua untuk dihadapkan ke hadapan raja mereka..
               "Alhamdulillah, apabila kalian semua bisa selamat," kata si kakak tua. "Kalian jangan terlalu berlebihan menyanjung aku sebagai pahlawan. Bukankah kita hidup di dunia ini harus saling tolong menolong."
               "Benar, kakak tua," kata raja semut. "Tapi kami layak berterima kasih kepadamu. Dan sekalian kami mewakili seluruh rakyat minta maaf kepadamu. Akibat ulahmu menjatuhkan berpuluh-puluh dedaunan kami sangka itu suatu tindakan jorok dan bodohmu. Tetapi ternyata akibat ulahmu kami bisa selamat dari keganasan hujan pasir dan hujan kerikil gunung Kelud. Selama ini kami telah salah sangka menilai kamu.Kami merasa bersalah karena senantiasa memakimu, menuduhkamu bodoh, jorok, dan panggilan kurang pantas yang lain. Apa jadinya dengan kerajaan semut apabila tidak dilindungi dengan dedaunan yang kamu jatuhkan itu. Maafkan kami."
              "Ya lupakan saja apa yang telah terjadi. Mari kita saling hidup rukun lagi untuk menyongsong masa depan bagi generasi penerus kita." kata si kakaktua sambil berjabat tangan dengan seluruh rakyat semut.



selesai,-


moral cerita : kejadian buruk yang menimpa kita terkadang merupakan usaha Allah swt untuk
                     menyelamatkan diri kita dari musibah, tetapi kita kurang peka menangkap
                     isyarat-Nya

Sabtu, 22 Februari 2014

Dongeng Tukang Masak yang Licik | Dongeng Anak Terbaru



Dongeng tukang masak yang Licik


Dongeng Tukang masak yang licik - Dahulu kala ada seorang tukang masak. Dia cukup cerdas tapi kurang memiliki tanggung jawab. Ketika dia keluar rumah menghirup udara bebas, dia merasa sangat senang dan merasa fikiranya sangat tenang. Dan ketika dia kembali ke rumahnya, dia akan menyempatkan waktunya untuk meneguk segelas anggur terbaik tanpa sepengetahuan