Sabtu, 22 Februari 2014
Dongeng Tukang Masak yang Licik | Dongeng Anak Terbaru
Dongeng tukang masak yang Licik
Dongeng Tukang masak yang licik - Dahulu kala ada seorang tukang masak. Dia cukup cerdas tapi kurang memiliki tanggung jawab. Ketika dia keluar rumah menghirup udara bebas, dia merasa sangat senang dan merasa fikiranya sangat tenang. Dan ketika dia kembali ke rumahnya, dia akan menyempatkan waktunya untuk meneguk segelas anggur terbaik tanpa sepengetahuan
Rabu, 05 Februari 2014
Cerita dan Dongeng Humor Kang Bahlul dan Sayur Berbusa | Dongeng anak Terbaru
Dongeng Humor Kang Bahlul dan Sayur Berbusa - Ini adalah kisah kang Bahlul wktu masih jadi santri dulu. Sedikit kocak dan lucu, tapi itu memang fakta yang ada. Jadi, ceritanya begini..
Jum'at pagi yang cerah di lingkungan pesantren,para santri sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Hari jum'at adalah hari yang paling di tunggu-tunggu selama seminggu. Hari spesial di mana tak ada
Jumat, 31 Januari 2014
Dongeng Anjing Serakah dan Sepotong Tulang | Dongeng Anak Terbaru
Dongeng Anjing Serakah dan Bayangannya – Di sebuah perkampungan, tinggalah sebuah keluarga yang memiliki seekor anjing. Pada suatu hari, sang majikan memberi sepotong tulang pada itu sebagai hadiah ulang tahunya. Anjing itu menjadi sangat senang, dengan riangnya dia menggigit, menjilat, dan bermain-maian dengan tulang yang di hadiahkan oleh majikanya itu. Setelah capek dia bermain, timbul
Jumat, 20 Desember 2013
KISAH NABI IDRIS Alaihi Salam| Kisah 25 Nabi dan Rosul
Kisah Nabi Idris Alaihi Salam - Tidak banyak keterangan yang didapat tentang kisah Nabi Idris di dalam Al-Quran maupun dalam kitab-kitab Tafsir dan kitab-kitab sejarah nabi-nabi. Di dalam Al-Quran hanya terdapat dua ayat tentang Nabi Idris yaitu dalam surah Maryam ayat 56 dan 57:
"Dan ceritakanlah ( hai Muhammad kepada mereka , kisah ) Idris yang terdapat di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia
Kamis, 19 Desember 2013
KISAH NABI ADAM Alaihi Salam| Kisah 25 Nabi dan Rosul
Kisah Nabi Adam Alaihi Salam - Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para
Rabu, 30 Oktober 2013
RAJA BIJAKSANA DAN 3 RAKYATNYA
![]() |
| ilustrasi : aguskarianto |
Suatu hari, baginda raja ingin menguji kesetiaan rakyatnya. Maka diutuslah seorang hulubalang untuk memanggil 3 orang rakyat yang telah dipilih secara acak oleh sang raja. Tidak lama kemudian, datanglah 3 orang rakyat yang dimaksud. Ketiga rakyat yang dipanggil sang raja beranggapan bahwa tentu sang raja akan memberi hadiah yang istimewa kepada mereka, karena sang raja begitu dermawan kepada rakyatnya.
"Assalamu'alaikum, rakyatku," sapa sang raja kepada ketiga rakyatnya yang telah berada di hadapannya.
"Walaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, paduka. Kami bertiga menghaturkan salam hormat," jawab ketiganya serentak.
"Hemmm...terima kasih kalian telah memenuhi undanganku. Aku memanggil kalian karena ingin memberi tugas untuk mengambilkan buah-buahan yang ada di wilayah kerajaan ini. Apa kalian mau mengerjakannya?"
"Waaah... dengan senang hati hamba akan mengerjakannya, paduka," jawab ketiganya.
Baginda raja senang mendengar jawaban yang tulus dan kesanggupan rakyatnya.
Lalu sang raja memerintahkan seorang prajurit mengambilkan 3 buah keranjang besar.
"Nah, masing-masing dari kalian harus memenuhi keranjang tersebut dengan aneka macam buah-buahan yang ada di wilayah kerajaan ini. Bila tugas kalian telah selesai maka bawalah buah-buahan tersebut ke hadapanku. Kalian mengerti?"
Ketiga rakyatnya mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti. Lalu mereka pergi dengan membawa keranjangnya masing-masing.
Ternyata, ketiga rakyatnya memiliki pemikiran yang berbeda terhadap tugas yang diembannya. Ada yang menganggap bahwa tugas sang raja adalah suatu kehormatan baginya, sehingga dia harus melaksanakan dengan senang hati dan penuh keikhlasan serta berusaha mempersembahkan aneka macam buah berkualitas kepada raja mereka. Rakyat kedua menganggap perintah itu biasa saja, sang raja tentu tidak akan memperhatikan dan tidak mungkin akan menghitung buah yang dia kumpulkan. Bukankah sang raja telah makmur dan kaya-raya, tentu tugas ini hanya sekedar menguji kesetiaan saja. Oleh karena itu, ia sembarangan memetik buah-buahan untuk sang raja. Buah-buahan mentah maupun yang sudah hampir busuk dia masukkan ke keranjang. Bahkan dia menata buah ke dalam keranjang juga sembarangan, tidak tertata. Selain itu. agar keranjangnya nampak menarik di hadapan sang raja maka dia sengaja menaruh buah-buahan yang segar dan masak di lapisan atas keranjangnya. Dan rakyat yang ketiga beranggapan bahwa tugas dari sang raja adalah sebuah penghinaan baginya. Dia sudah merasa hidupnya enak, kaya. semua serba ada tetapi sekarang disuruh mengambilkan buah buat si raja. Bukankah kalau sang raja ingin makan buah-buahan tinggal beli di pasar semua tentu ada. "Harta kerajaan khan banyak," pikir rakyat ketiga ini. Oleh karena itu, dia sengaja melaksanakan perintah raja dengan penuh kemalasan dan sembarangan. Dia ingin secepatnya memenuhi keranjangnya agar segera bisa mengakhiri pekerjaannya. Oleh karrena itu, dia mengisi keranjangnya dengan buah-buahan yang asal petik saja. Tidak peduli buah masak ataupun buah masih muda ia masukkan ke keranjangnya. Dia senantiasa bekerja dengan ngedumel. Menggerutu. Tidak ikhlas dalam mengerjakan tugas. Apapun jenis buah yang ada di hadapannya dia masukkan ke dalam keranjang. Bahkan buah-buahan yang beracunpun dia masukkan keranjangnya juga. Dia sengaja melakukan hal itu karena ingin membalas kesewenang-wenangan sang raja kepadanya.
Dan sore hari, ketiga rakyatnya telah mengisi seluruh keranjangnya dengan bermacam-macam buahan sesuai dengan yang dipesan sang raja. Mereka bersama-sama menghadap sang raja.
"Wuah...kalian memang benar-benar rakyatku yang setia dan taat terhadap perintah raja. Aku kagum dengan ketaatan kalian. Nah..karena bekal kalian sudah banyak maka aku perintahkan kepada para prajurit untuk membawa kalian menempati pulau-pulau terpencil yang telah disiapkan kerajaan. Pulau itu dihadiahkan kepada kalian bertiga. Disana tidak ada makanan secuilpun. Oleh karena itu, selama di pulau tersebut kalian hanya dibekali dengan sekeranjang buah-buahan yang telah kalian kumpulkan," demikian perintah sang raja. Lalu para prajurit membawa mereka menyeberangi pulau untuk ketiga rakyatnya.
Betapa terkejutnya ketiga rakyatnya mendengar titah sang raja. Sang raja memang telah menguji keikhlasan rakyatnya dalam mengabdi kepada rajanya. Perintah raja harus dilaksanakan.
"Jadi semua buah ini untuk hamba paduka?!" kata mereka. Dan ketiga rakyatnya menyambut keputusan raja dengan raut wajah yang berbeda.
Rakyat yang benar-benar ikhlas bekerja dan berusaha mempersembahkan kualitas terbaik dalam pengabdiannya maka akan merasakan kenikmatan dengan jerih payahnya untuk dirinya sendiri. Sementara rakyat yang menganggap biasa saja perintah sang raja maka akan menyesal karena tidak serius dan asal-asalan melaksanakan perintah sang raja. Sedangkan rakyatnya yang merasa perintah sang raja adalah sebuah penghinaan baginya dan melakukan tugas sembarangan maka akhirnya akan merasakan betapa sengsaranya hidup dengan bekal yang tidak berkualitas dan bekal yang terkesan asal-asalan.
"Sebenarnya Aku tidak butuh dengan hasil pekerjaan kalian karena aku sudah kaya dan tidak membutuhkan semua itu. Aku memerintahkan kalian mengerjakan tugas karena aku ingin melihat sampai sejauh mana kualitas dan ketulusan pengabdian kalian kepadaku," kata sang raja sambil menatap ketiga rakyatnya yang berjalan pergi bersama para prajurit menuju pulau terpencil bagi ketiganya.
selesai,-
moral cerita : Allah swt itu maha kaya dan Maha bijaksana. Dia memerintahkan makhluknya untuk
beribadah sebenarnya untuk melihat sejauh mana kualitas pengabdian kita kepada-Nya.
Semua nilai ibadah yg kita kerjakan sebenarnya hasilnya untuk peningkatan kadar
kualitas kita sendiri di hadapan-Nya.
Sabtu, 26 Oktober 2013
KISAH SI KATAK DAN SI BELALANG
![]() |
| illustrasi : agus karianto |
Siang itu, kerajaan binatang sedang terjadi huru-hara. Seorang raksasa telah mengobrak-abrik seluruh desa. Tidak peduli rumah si kaya atau pun si miskin semua dirusaknya. Sarang-sarang binatang ikut dirusak pula. Seluruh makanan penduduk dia lahap sampai habis. Sumber air minum dia minum sampai habis juga. Akhirnya sumber makanan dan minuman di desa semakin menipis. Rakyat dan hewan-hewan semakin menderita karena kekurangan makanan dan minuman.
Setiap hari si raksasa senantiasa mengejar-ngejar rakyat ataupun hewan-hewan. Dia tidak segan-segan melukai siapa saja yang ditemuinya. Dia merasa seolah-olah hanya dia sendiri yang bisa berkuasa di kampung yang sedang didudukinya. Apapun yang dilakukannya tidak ada yang berani memprotesnya. Rakyat dan hewan-hewan semakin marah dan resah melihat ulah si raksasa. Namun mereka tidak bisa berbuat apa apa.
Akhir-akhir ini rakyat dan para hewan semakin geram dengan ulah si raksasa. Mereka marah karena si raksasa telah menyebarkan racun kepada seluruh rakyat dan hewan-hewan. Siapa saja yang terkena racun si raksasa maka seketika matanya terasa pedih dan akhirnya menjadi buta. Setiap pagi si raksasa senantiasa berjalan ke sudut-sudut kampung untuk mencari sasaran jadi korbannya. Rakyat dan hewan-hewan yang menjadi buta semakin resah dan sedih karena sekarang mereka tidak bisa berakitifitas lagi. Mereka tidak bisa bekerja mencari makan untuk anak-anaknya. Mereka hanya bisa berharap pertolongan dari yang maha kuasa agar ada seseorang yang bisa membebaskan penderitaan mereka.
Siang itu, ada seekor katak yang selamat dari racun si raksasa. Dia sedih melihat kampungnya semakin sepi karena penduduknya menderita buta. Dia sebenarnya ingin menolong mereka, namun karena tubuh si katak kecil sehingga dia agak ragu untuk bisa melawan si raksasa sendirian. "Sekali diinjak pasti aku akan tewas di bawah kaki si raksasa," gumam si katak. "Tapi kalau bukan aku lalu siapa lagi yang bisa menolong mereka? Kokon katanya penawar racun si raksasa tersimpan di dalam mulutnya. Aku harus bisa membuat dia membuka mulutnya agar penawan racun itu keluar. Aku haris bisa menggelitik tubuhnya agar mulutnya terbuka. Tapi mana aku sanggup hinggap di tubuhnya yang tinggi besar begitu?"
“Assalamu'alaikum, teman-teman," sapa katak .
"Wa'alaikumussalam warohmatullahiwabarokatuh...wah mendengar cara bicaranya... apakah kau si katak?" jawab si kudanil. "Kau masih selamat dan tidak buta, kawan?"
"Alhamdulillah, kawan," jawab si katak. "Aku kebetulan memiliki kelopak mata yang besar yang bisa melindungi mataku saat si raksasa itu menyebarkan racunnya. Akhirnya aku selamat."
"Tolonglah kami, Katak...tolonglah kami...tolonglah engkau cari obat penawar racun mata ini,"
"Jangan khawatir, kawan..aku akan menolong kalian. Namun bagaimana caranya agar aku bisa mengeluarkan penawar racun yang tersimpan dalam mulut si raksasa itu? Tubuhku amat kecil. Lalu bagaimana caranya agar aku bisa mengalahkan si raksasa itu? apa yang bisa aku perbuat?"
Dan semua hewan-hewan terdiam. Mereka tidak bisa menyalahkan sikap si katak yang takut menghadapi si raksasa. Mereka sadar bahwa tubuh si katak amat kecil dibandingkan dengan tubuh si raksasa. Akhirnya mereka menjadi putus harapan. Mereka pasrah dengan penderitaan yang dialaminya saat ini.
Namun di tengah kebingungan mereka menyusun rencana untuk mengalahkan si raksasa, tiba-tiba majulah seekor belalang buta yang memberanikan diri ingin bekerjasama dengan si katak untuk melawan si raksasa.
“Aku mau melawan si raksasa.” kata si belalang buta
“Hah? si belalang buta akan melawan si raksasa? Gila !”
“Aku sebelumnya sudah menduga kalau kalian akan meragukan kemampuanku. Memang tubuhku kecil namun aku memiliki lompatan yang bagus daripada kalian. Kalau kita mengandalkan tenaga tentu siapapun akan tidak sanggup menghadapi si raksasa. Kita harus menggunakan akal untuk bisa mengalahkan si raksasa itu. Oleh karena itu aku akan bekerjasama dengan si katak untuk melawan si raksasa. "
“Wah benar. Lompatanmu sangat jauh. Dan pasti kamu bisa secepat kilat mengalahkan si raksasa. Tapi bagaimana caranya?” kata pak sapi.
“Lalu bagaimana kamu bisa melawan si raksasa. Bukanlah matamu juga buta, kawan?” tanya pak sapi.
“Begini, Pak sapi. Si katak harus membawaku mendekati mulut si raksasa. Dan si katak harus mengarahan tubuhku tepat ke kepalanya. Nah aku usahakan hanya dengan sekali lompat aku harus bisa hinggap di mulut si raksasa. Bagaimana kamu sanggup, katak?”
“Wuah...ide yang cemerlang. Ayo kita laksanakan, kawan. Mari kamu naik ke kepalaku. Biar aku membawa kamu mendekati mulut si raksasa."
Lalu si kodok melompat-lompat mendekati tubuh si raksasa sambil membopong tubuh si belalang di atas kepalanya. Agar si belakang bisa sedekat mungkin mencapai mulut si raksasa maka si katak membawanya menaiki pohon yang tinggi setinggi tubuh si raksasa.
“Okey...kita sekarang sudah setinggi si raksasa. Dan aku sudah mengarahkan tubuhku tepat ke arah kepala si raksasa. Okey...siap... kamu siap melompat, kawan. satuuu...dua...tiii..gaaaa!!!”
Dan....”Staaaappppppppp...” dengan sekali lompatan si belalang sudah menempel ke mulut si raksasa yang sedang tidur. Si belalang segera menggigit mulut si raksasa kuat-kuat. Selesai menggigit bagian mulut, lalu si belalang melompat ke tubuh raksasa yang yang lain dan mengigit sekuat tenaga juga. Setelah itu dia melompat ke bagian tubuh raksasa yang lain dan menggigit sekuat tenaga juga. Demikian seterusnya. Si raksasa terbangun. Dan dia berteriak sekencang-kencangnya karena merasakan tubuhnya kesakitan digigit si belalang. ”Aduuuhhhh...sakiit...tolooongg...tolooooooong..sakiiitttt.”
Si raksasa lupa saat mulutnya terbuka dan meraung-raung kesakitan maka obat penawar racun kebutaaan yang disimpan di mulutnya tertumpah. Hal ini tidakdisia-siakan oleh seluruh rakyat dan seluruh hewan untuk meraihnya demi menyembuhkan kebutaan matanya. Dalam sekejap mata semua rakyat dan seluruh hewan matanya sembuh seperti semula.
“Horeee...horeee..hooreee... alhamdulillah... akhirnya kita bisa melihat kembali...Hidup belalang dan si katak...” teriak seluruh rakyat dan hewan.
Mendengar teriakan seluruh rakyat dan seluruh hewan bahwa mereka bisa melihat kembali maka si raksasa menjadi ketakutan. Tanpa pikir panjang ia berusaha lari sekencang-kencangnya menjauh sambil merasakan tubuhnya kesakitan digigit si belalang di sekujur tubuhnya.selesai,-
moral cerita : kesuksesan itu akan terasa mudah dan indah apabila kita bisa bekerjasama dengan
orang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)

